Tampilkan postingan dengan label serangan jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serangan jantung. Tampilkan semua postingan

Darah Tinggi

darah tinggi
Darah Tinggi tak pandang usia. Dari remaja atau anak-anak hingga orang tua beresiko terkena serangan darah tinggi.

Untuk upaya pencegahan dan menambah informasi, ada baiknya Anda membaca ulasan berikut mengenai apa saja hal yang menyebabkan darah tinggi.

Jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat darah tinggi, kemungkinan besar Anda juga bisa mengidap penyakit yang sama. Jika Anda berasal dari keluarga dengan riwayat serangan darah tinggi, Anda perlu melakukan pemeriksaan berkala.

Faktor selanjutnya yaitu kegemukan atau obesitas. Remaja yang bertubuh lebih gemuk daripada rata-rata teman sebayanya cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Kurang olahraga dan banyak makan menambah beban kerja jantung yang tentu harus bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam waktu lama, jantung dan arteri akan rusak dan mengakibatkan komplikasi lain.

Darah Tinggi juga disebabkan oleh beberapa penyakit dalam tubuh. Ini dikenal dengan istilah tekanan darah tinggi sekunder. Penyakit ginjal, ketidakstabilan aorta, kelainan hormonal, dan arteri yang menyempit dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi.

Keadaan emosi yang tak menentu juga dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi. Untuk itu, usahakan tubuh dalam keadaan santai ketika memeriksakan tekanan darah ke dokter atau tenaga medis lain. Selain hal-hal yang telah disebutkan tadi, masih ada faktor yang menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Sleep apnea, suatu kondisi medis yang ditandai dengan mendengkur dan napas yang terputus-putus selama tidur malam juga merupakan faktor pemicu terjadinya tekanan darah tinggi.

Menurut penelitian di Johns Hopkins School of Public Health, orang yang punya kebiasaan mendengkur dan seakan sesak napas pada saat tidur memiliki resiko besar mengalami tekanan darah tinggi.

Obat-obatan tertentu memicu pula tekanan darah tinggi, walaupun sementara. Apabila obat-obatan tersebut diminum di pagi hari, tekanan darah akan meningkat pada pagi hari dan menjelang malam hari.

Misalnya, Corticosteroids, obat yang dipergunakan untuk menangani asma, penyakit autoimun, radang kulit dan alergi parah, dapat meningkatkan tekanan darah. Begitu juga dengan Decongestant.

Penyebab darah tinggi yang lainnya, jam kerja. Jam kerja seseorang dapat mempengaruhi tekanan darah. Menurut pakar kesehatan Universitas Harvard Frank Scheer, orang-orang yang mengerjakan pekerjaan di luar rutinitas atau kemampuannya menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan darah.

Penyebab lain, tumor adrenal. Kelenjar adrenalin memproduksi hormon yang mempengaruhi detak jantung, aliran darah, dan tekanan darah. Apabila ada tumor di kelenjar adrenalin, maka produksi hormon ini pun akan meningkat secara berlebihan.

Anda pecandu rokok dan makanan berkafein? darah tinggi juga seringkali disebabkan oleh gaya hidup perokok berat dan konsumen minuman atau makanan berkafein. Kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Pembuluh darah yang menyempit memaksa jantung bekerja lebih keras memompa darah. Minum kopi juga dapat meningkatkan tekanan darah. Jika orang tersebut sudah memiliki tekanan darah tinggi, resikonya justru bertambah besar. Tekanan darah tinggi yang tak terkendali pada akhirnya dapat mengakibatkan stroke, serangan jantung, penyakit ginjal, serta penyakit berbahaya lainnya.


Nyeri Perut

nyeri perut
Nyeri perut yang dialami seseorang ada beragam jenis. Selain itu, penyebabnya juga bermacam-macam. Jika sudah mengetahui penyebabnya dan jenis nyeri perut yang dialami, maka untuk menyembuhkannya pun tidak terlalu sulit. Dilansir dari Inilah.com, Ari Fahrial Syam, dokter Gastroenterologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RS Cipto Mangukusumo mengatakan bahwa rasa nyeri pada perut bisa diartikan bermacam-macam, tergantung posisinya. Seseorang yang sering mengalami nyeri perut pada ulu hatinya, kemungkinan terkena penyaklit radang pankreas, tukak usus duabelas jari, kanker pankreas, hepatitis, radang paru atau serangan jantung. Selain itu, jika sering merasa nyeri perut pada bagian kanan atas, maka kemungkinan terkena radang kandung empedu, radang pankreas, radang paru, dan hepatitis. Nyeri perut di kiri atas bisa jadi terkena nyeri limpa, infeksi virus, dan tukak lambung. Sedangkan, nyeri perut di sekitar pusar bisa jadi merupakan gejala awal usus buntu. Ternyata di balik nyeri perut yang dialami terdapat suatu penyakit lain yang diderita. Untuk itu, sebaiknya segera cari tahu penyebabnya dan atasi segera jika sedang merasakan nyeri perut.

 Berikut 6 gejala nyeri perut yang bisa membunuhmu:

1. Nyeri di sekitar pusar 
Pernah mengalami sakit perut di sekitar pusar dan disertai mual, muntah, serta hilangnya nafsu makan? Mengalami gejala tersebut mungkin disebabkan oleh penyakit radang usus buntu atau apendistis. Radang usus harus segera mendapatkan penanganan medis dengan cepat. Jika tidak, maka usus buntu akan pecah dan cairan yang terinfeksi bisa bocor ke bagian lain dari perut.
 2. Kembung Perut 
Terasa kembung tentunya membuat seseorang jadi tidak nyaman, bukan? Rasanya perut seperti ditarik dan membuat jantung seperti terbakar akibat gas. Gas dalam perut merupakan udara berat yang diproduksi saat mencerna makanan berserat berat, seperti kubis.
 3. Susah buang air besar 
Gejala sakit perut – Ist Susah buang air besar bisa disebabkan karena terlalu banyak makanan berprotein dan berkarbohidrat namun sedikit serat. Feses akan menjadi keras dan sulit buang air besar selama berhari-hari. Jika mengalami sulit buang air besar, maka membuat nafsu makan menurun dan sakit perut.
 4. Diare 
Diare bisa saja dialami seseorang jika makan makanan yang mentah dan tidak bersih. Hal tersebut bisa membuat seseorang jadi ingin buang air besar terus-menerus. Tak jarang, seseorang yang mengalami diare ini akan merasa lemas.
 5. Ulkus lambung 
Gejala ini jika dialami bisa menyebabkan rasa sakit parah dan terasa terbakar di perut. Hal tersebut disebabkan karena waktu makan yang tidak teratur sehingga enzim asam akan mengikis lapisan perut.
 6. Sindrom iritasi usus besar 
Sering mengalami gangguan pencernaan kronis dan sakit perut? Berhati-hatilah karena gejala tersebut merupakann petanda bahwa seseorang memiliki sindrom iritasi usus besar. Gangguan pencernaan seperti sakit perut akibat mengonsumsi makanan berat atau pedas bisa membuat perut tak sanggup untuk mencernanya. Hal tersebut juga bisa membuat kamu jadi merasa tidak nyaman.

 Itulah 6 gejala nyeri perut yang bisa membunuhmu. Mulai saat ini, jangan sepelakan nyeri perut yang dirasa. Bisa jadi, nyeri perut yang dialami itu terdapat penyakit lain.